Senin, 13 Oktober 2014

HUBUNGAN MASYARAKAT DAN POLITIK

HUBUNGAN MASYARAKAT DAN POLITIK
Mutasyakkirah Balatif
Jl. Dr. Sofyan Kampus Universitas Sumatra Utara-Strata Ilmu administrasi Bisnis
Email: ssbalatif@gmail.com

Dalam konsep ini saya akan menunjukan beberapa arti mendasar yang akan kita pelajari dari hal yang umum hingga kompleks sepeti peran masyarakat dalam politik dan hubungannya dalam politik
Yang pertama dan paling mendasar apa itu masyarakat ?
PENGERTIAN MASYARAKAT
Masyarakat (society) diartikan sebagai sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem semi tertutup (atau semi terbuka), dimana sebagian besar interaksi adalah antara individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut. Kata "masyarakat" sendiri berakar dari kata dalam bahasa Arab, musyarak. Lebih abstraknya, sebuah masyarakat adalah suatu jaringan hubungan-hubungan antar entitas-entitas. Masyarakat adalah sebuah komunitas yang interdependen (saling tergantung satu sama lain). Umumnya, istilah masyarakat digunakan untuk mengacu sekelompok orang yang hidup bersama dalam satu komunitas yang teratur.
Adapun pengertian masyarakat menurut para ahli adalah :
a.Selo Soemardjan, Masyarakat adalah orang-orang yang hidup bersama dan menghasilkan kebudayaan.
b. Max Weber, Masyarakat sebagai suatu struktur atau aksi yang pada pokoknya ditentukan oleh harapan dan nilai-nilai yang dominan pada warganya.
c.  Emile Durkheim, Masyarakat adalah suatu kenyataan objektif
individu-individu yang merupakan anggota-anggotanya.
d. Karl Marx, Masyarakat adalah suatu struktur yang menderita ketegangan organisasi ataupun perkembangan karena adanya pertentangan antara kelompok-kelompok yang terpecah-pecah secara ekonomis.




Sesudah kita mengetahui konsep dan pengertian masyarakat secara umum dan beberapa dari para ahli kita juga harus mengenal cirri cirri dari masyarakat
B. Ciri-Ciri Masyarakat
Ciri-ciri suatu masyarakat pada umumnya sebagai berikut:
a. Manusia yang hidup bersama sekurang-kurangnya terdiri atas dua orang.
b. Bergaul dalam waktu cukup lama. Sebagai akibat hidup bersama itu, timbul sistem komunikasi dan peraturan-peraturan yang mengatur hubungan antarmanusia.
c. Sadar bahwa mereka merupakan satu kesatuan.
d. Merupakan suatu sistem hidup bersama. Sistem kehidupan bersama menimbulkan kebudayaan karena mereka merasa dirinya terkait satu dengan yang lainnya.
Tidak hanya masyarakat , politik juga mempunyai arti mendasar yang perlu kita ketahui sebelum kita membahas tentang peran masyarakat di dunia politik
PENGERTIAN POLITIK
Secara etimologis, politik berasal dari kata polis (bahasa Yunani) yang artinya negara kota. Kemudian diturunkan kata lain seperti polities (warga negara), politikos (kewarganegaraan atau civics) dan politike tehne (kemahiran politik) dan politike episteme (ilmupolitik)
Menurut Laswell : “politics as who gets what, when and how” .Politik adalah proses pembentukan dan pembagian kekuasaan dalam masyarakat yang antara lain berwujud proses pembuatan keputusan, khususnya dalam negara. Pengertian ini merupakan upaya penggabungan antara berbagai definisi yang berbeda mengenai hakikat politik yang dikenal dalam ilmu politik.
Politik adalah seni dan ilmu untuk meraih kekuasaan secara konstitusional maupun nonkonstitusional. Ada juga pengertian politik dari sudut pandang yang berbeda ,politik adalah usaha yang ditempuh warga negara untuk mewujudkan kebaikan bersama (teori klasik Aristoteles)

Makna Politik dan Ilmu Politik

Makna Politik
 Menurut Ramlan Surbakti ada 6 pendekatan untuk memahami arti politik.
 a. Pendekatan kekuasaan
 b. Pendekatan institusional
 c. Pendekatan moral
 d. Pendekatan konflik
 e. Pendekatan fungsional
 f. Pendekatan analisis wacana politik

Makna Ilmu Politik

Ilmu politik dapat diberikan makna (penafsiran yang berbeda), tergantung pada perspektif atau sudut pandang yang digunakan. Oleh karena itu, ada 9 rumusan ilmu politik menurut para ahli yaitu :
a. Negara; Menurut Roger F. Soltau, ilmu politik mempelajari negara, tujuan-tujuan negara dan lembaga-lembaga negara yang akan melaksanakan tujuan-tujuan itu, hubungan antara negara dengan warganegaranyaserta dengan negara-negara lain.
b. Pemerintah Ilmu politik adalah ilmu tentang pemerintah (olehR. M. Mac Iver)
c. Kekuasaan; Ilmu politik mempelajari kekuasaan masyarakat(WA. Robson)
d. Fakta Politik; Ilmu politik adlaah fakta-fakta politik (Charles Eisenmann)
e. Kegiatan politik; Ilmu politik mempelajari tentang kegiatan politik(Dillon Leiden & Stewart)
f. Organisasi Masyarakat; Ilmu politik mempelajari organisasi masyarakat (Kogegar)
g. Pengambilan keputusan/kebijakan umum; Ilmu politik mempelajari keputusan atau kebijakan umum.

Hakikat Ilmu Politik
Hakikat politik adalah power atau kekuasaan. Tetapi tidak semua kekuasaan adalah kekuasaan politik, kekuasaan politik pada hakikatnya ada pada proses pembuatan dan pelaksanaan keputusan politik. Keputusan politik selalu menyangkut kepentingan publik. Politik dan masyarakat, atau sebaliknya, adalah dua sisi saling berbeda titik tekannya namun ia tak mungkin terpisahkan  dalam realitas sosialnya  baik untuk jangka pendek maupun untuk jangka panjang, baik pada individu maupun kelompok.
Menurut Deliar Noer : “hubungan masyarakat dengan  politik pada aspek kekuasaan. la menegaskan bahwa adanya kekuasaan ditengah masyarakat kecuali adanya masyarakat yang menguasai pada satu pihak dan adanya masyarakat yang dikuasai pada pihak lain. Suatu pengaruh atau wibawa seseorang yang menguasai dibentuk dan diberikan oleh orang-orang yang dikuasainya.”
Pendapat di atas menggambarkan hubungan masyarakat I dengan politik pada aspek kekuasaan. la menegaskan bahwa prasyarat adanya kekuasaan ditengah masyarakat kecuali adanya masyarakat yang menguasai pada satu pihak dan adanya masyarakat yang dikuasai pada pihak lain. Pengertian di atas tidak semata menuju kepada masyarakat modern, melainkan menunjukkan pula kepada masyarakat tradisional yang telah terjadi secara turun-temurun kehidupan manusia. Hubungan itu pasti berada dalam unit yang sekecil-kecilnya, seperti kita kenal dalam Islam bahwa apabila ada tiga orang bepergian maka hendaklah ditunjuk salah satunya jadi pemimpin. Cerminan doktrinal Islam tersebut merefleksi kepada apa yang disebut pemimpin keluarga, pemimpin Rukun Tetangga, begitu seterusnya sampai kita jumpai pemimpin negara.
Hubungan masyarakat dan politik dilihat dari kegunaannya memiliki makna pengaturan.       
Seperti disebut oleh Franz Magnis Suseno (1991 : 20), “hubungan itu mempunyai dua sesi fundamental. Pertama, manusia adalah makhluk yang tahu dan mau. Kedua, makhluk yang selalu ingin mengambil tindakan. Dalam upaya pengaturan hasrat (tahu, mau dan tindakan) itu diperlukan suatu lembaga pengaturan dengan jenisnya yang bermacam-macamada yang disebut kerajaan, negara, kabilah dan lain sebagainya.”
Tegasan dari Suseno itu mencirikan suatu hubungan masyarakat dan politik ke dalam bentuk, singkatnya adalah negara. Dengan adanya negara menunjukkan adanya keterikatan seseorang pada peraturan-peraturan yang berlaku, peraturan-peraturan secara umum maupun secara khusus. Undang-undang perpajakan, penghasilan, undang-undang tentang organisasi politik dan organisasi kemasyarakatan; undang-undang larangan terhadap berdirinya partai komunis; dan lain sebagainya merupakan aturan-aturan yang muncul dari rahim negara (dibuat oleh pemerintah) untuk menciptakan tertib berpolitik di antara masyarakat dari lapisan yang terendah-rendahnya kepada lapisan yang setingi-tingginya.
Menueut  Soemarsaid Moertono (1985) melukiskan peranan negara dalam masyarakat, sebagai ber’kut.“Tak ada ruang bagi penyesuaian sekehendak hati maupun timbal balik atau suatu perdamaian/kerukunan dan mencocokkan yang menyenangkan; sebaliknya, alam semesta diatur dengan ketentuan-ketentuan yang keras dan tegar tanpa   ampun.  Penyimpangan  dari  padanya  akan menimbulkan serangkaian reaksi yang mungkin sampai kepada hal-hal yang mencelakakan. Dan sini jarak sudah pendek sekali untuk sampai pada keyakinan akan berlakunya nasib. Karena itulah orang jawa tidak akan menganggap negara telah memenuhi kewajiban-kewajibannya bila ia tidak mendorong   suatu   kententraman   batiniah   (tentrem, kedamaian dan ketenangan hati) maupun mewujudkan tata tertib formal seperti peraturan negara.”
Kutipan di atas menunjukkan, bahwa politik (negara) selalu berhuhungan dengan masyarakat dalam pengertiannya yang amat kompleks dan menveluruh. la tidak hanya berhubungan dengan pengtituran-pengaturan yang sifatnva profan (nampak), bahkan persoiilan ketentraman dan kedamaian batiniah sekiilipun sepenuhnya merupakan tanggung jawab negara. Kendati yang dicontohkan dalam kutipan di atas adalah masyarakat Jawa, namun negara-negara tradisional dan modern dimanapun lebih kurang akan memiliki hubungan yang sama; bahwa demikian kompleksnva hubungan negara (politik) dengan masyarakat.
Dengan kata lain, setiap anggota masyarakat tidak dapat melepaskan diri dari ikatan-ikatan peraturan-peraturan yang diadakan oleh negara. Secara umum juga dapat dikatakan bahwa seseomng jelas-jelas tidak dapat menghindarkan dari hidup bernegara. Sebab, jangankan masih hidup, ketika ia meninggal saja ia tetap berhubungan dengan negara, yakni dengan izin penguburannva misiilnya. Inilah yang menunjukkan pentingnya negara yang terkadang dapat lebih besar hubungannya ketimbang peran organisasi subordinatnva seperti perkumpulan olahraga atau organisasi politik (partai) dan organisasi kemasyarakatan.

Eratnya hubungan masyarakat dan politik, juga digambarkan oleh Stevan Lukes (dalam Miller & Seidcntof, e.d., 1986) “Mengapakah seseorang harus membentuk suatu ikatan terhadap aparat administratif yang memonopoli kekuasaan sah dalam wilayah tertentu? Simbol-simbol seperti akan bersatu dalam kehidupan hanya apabila mereka menjadi simbol-simbol negara; yang penting bukanlah mesin pemerintahan melainkan bahwa orang harus mempunyai rasa untuk berbagi nasib politik dengan orang lainnya, suatu keinginan untuk bersatu dengan mereka secara politis dalam suatu negara dan kesiapan untuk terikat pada tindakan politik bersama.” llustrasi tersebut menjelaskan bahwa hubungan politik dan masyarakat sangat berarti untuk terdapatnya masyarakat bersatu serta agar masyarakat memiliki identitas diri yang mendorong rasa memiliki terhadap identitas bersamanya itu (nasionalisme) Secara sederhana hubungan itu dapat dirinci sebagai berikut: pertama sebagai simbol kebersamaan, kedua sebagai wujud identitas bersama, ketiga sebagai wahana tumbuhnva perasaan dan senasib, dan yang terakhir sebagai wahana ikatan dalam bertindak.
Kesimpulan
Hubungan masyarakat dengan politik sangatlah dekat, tidak dapat dipisahkan. Dikarenakan masyarakat adalah sebagai sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem semi tertutup (atau semi terbuka), dimana sebagian besar interaksi adalah antara individu-individu yang berada dalam kelompok sedangkan politik adalah proses pembentukan dan pembagian kekuasaan dalam masyarakat yang antara lain berwujud proses pembuatan keputusan, khususnya dalam Negara.
Masyarakat akan selalu menggunakan politik mereka sebagai suatu kendaraan menuju apa yang mereka inginkan, baik dalam hal yang berkaitan langsung dengan pemerintahan maupun hanya sebatas lingkungan sosial masyarakat itu sendiri. Sehingga perlulah masyarakat untuk diberi pendidikan tentang dasar dasar ilmu politik, agar mereka dapat berpolitik dengan baik dan benar. Dan dapat memberikan dampak atau hasil yang baik bagi pemerintah ataupun lingkungan sosial dimana masyarakat itu berpolitik.
DAFTAR PUSTAKA
Cholisin, M. Si dkk. 2006. Dasar-dasar Ilmu Politik. Yogyakarta : FISE UNY




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar